https://www.elementbike.id/data/selotgacorku/https://karanganbungacilacap.com/https://elearning.ittelkom-sby.ac.id/group/s1/http://lms.sipil.ft.unand.ac.id/layouts/https://simpenmas.untirta.ac.id/panduan/-/https://lms.pelni.co.id/img/produk/https://2024.pakbejo.jatengprov.go.id/img/https://danaabadi.its.ac.id/web/-/sgacor/https://etakah.upnvj.ac.id/dive/assets/images/avatar/https://djppi.kominfo.go.id/storage/images/posts/71616whnddshdsn/dgacor/https://iqra.umpalopo.ac.id/lang/en/fonts/demo/https://elearning.uinsatu.ac.id/mahasiswa/https://www.jakarta.go.id/uploads/kcor/https://funlearning.itk.ac.id/file/-/sgacor/https://simpeg.slemankab.go.id/folder/-/tgacor/https://kapal.kkp.go.id/sicefi/assets/dokumen_lampiran/kcor/
Bala Datu Ranga | Kesultanan Sumbawa

PUSAKA

Bala Datu Ranga

Bala' Datu Ranga dibangun pada tahun 1886, setahun setelah Istana Dalam Loka dibangun. Sama seperti Dalam Loka, Bala' Datu Ranga juga terbuat dari kayu, berbentuk rumah panggung, dan memiliki makna filosofi yang sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai Islam. Hal ini dapat dilihat dari 25 jumlah tiang yang terbuat dari kayu jati bulat, simbol dari para Rasul Allah SWT. Bala' Datu Ranga ini memiliki bangkung atau hiasan atap berbentuk Lipan Api (naga) yang telah distilasi (diubah) menjadi bentuk tanaman. Naga sendiri adalah makhluk sebagai perlambang penguasa atau yang memegang pemerintahan di muka Bumi.

Bala' Datu Ranga adalah rumah tinggal sekaligus tempat seorang Ranga atau Perdana Menteri Kesultanan Sumbawa menjalankan tugas-tugasnya. Dalam tata pemerintahan Kesultanan Sumbawa, Sultan dibantu oleh Menteri Telu (tiga orang menteri) yang terdiri dari Ranga (perdana menteri), Kalibela (perekonomian), dan Dipati (pertahanan). Bala' Datu Ranga yang masih eksis di kota Sumbawa ini adalah milik Datu Ranga Abdul Madjid Daeng Matutu, Ranga terakhir Kesultanan Sumbawa yang terletak di Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa sehingga bangunan cagar budaya ini sering juga dikenal dengan sebutan Bala' Karang Pekat. Saat ini, Bala' Datu Ranga berserta pusaka warisannya dikelola oleh Yayasan Datu Ranga Abdul Madjid Daeng Matutu dengan tujuan untuk pelestarian dan pemanfaatan bangunan cagar budaya ini.***

 

  • Share on :