BERITA

LATS Gelar Mudzakarah 2026, Perkuat Nilai Adat Samawa dalam Kehidupan dan Pembangunan

Rabu, 16 September 2026   Admin   206  

SUMBAWA BESAR — Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) melaksanakan kegiatan Mudzakarah LATS 2026 pada 15–16 September 2026, bertepatan dengan 3–4 Rabi’ul Akhir 1448 Hijriah, bertempat di Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai forum musyawarah untuk membahas berbagai persoalan kemasyarakatan sekaligus memperkuat aktualisasi nilai-nilai adat dan budaya Samawa dalam kehidupan masyarakat serta pembangunan daerah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Pra-Mudzakarah pada Selasa, 15 September 2026. Pra-Mudzakarah menjadi tahapan awal untuk mempersiapkan dan membahas berbagai pokok persoalan yang selanjutnya menjadi bahan dalam kegiatan Mudzakarah. Pembahasan diarahkan pada upaya menggali nilai-nilai adat Samawa yang dapat diterapkan dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta tantangan kehidupan saat ini.

Kegiatan dilanjutkan pada Rabu, 16 September 2026, dengan pembukaan Mudzakarah LATS 2026 oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP. Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa menyampaikan pentingnya menjadikan nilai-nilai adat dan budaya Samawa tidak hanya sebagai warisan tradisi, tetapi juga sebagai pedoman yang dapat diterapkan dalam perilaku dan kehidupan sehari-hari.

Bupati menyampaikan bahwa adat dan budaya memiliki peran penting dalam membentuk karakter masyarakat. Karena itu, nilai-nilai yang terkandung dalam adat Samawa perlu diaktualisasikan dan diintegrasikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, kehidupan keluarga, pembangunan masyarakat, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Samawa seperti apa yang harus menjadi acuan terhadap daerah kita? Apa yang harus kita baca dan wariskan kepada anak cucu kita?” kata Syarafuddin dalam sambutannya.

Menurutnya, pertanyaan tersebut penting untuk menjadi bahan refleksi bersama dalam menentukan nilai-nilai yang perlu dipertahankan, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Adat tidak cukup hanya dipahami sebagai identitas budaya, tetapi perlu diwujudkan melalui sikap dan kebiasaan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, perhatian juga diberikan terhadap persoalan perempuan dan anak. Bupati menegaskan bahwa pembahasan mengenai perempuan dan anak berkaitan erat dengan masa depan keluarga, masyarakat, dan generasi penerus pembangunan.

“Anak adalah generasi yang akan menerima dan meneruskan pembangunan ke depan. Karena itu, pendidikan tidak hanya sebatas di sekolah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Bupati juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam membangun pendidikan karakter. Menurutnya, anak memperoleh banyak pembelajaran dari lingkungan terdekat, terutama melalui perilaku orang tua. Cara berbicara, menghargai orang lain, memperlakukan lingkungan, dan menyelesaikan persoalan menjadi bagian dari proses pembentukan karakter yang akan ditiru oleh anak.

Oleh karena itu, penguatan pendidikan karakter perlu dimulai dari keluarga dan diperkuat melalui lingkungan sekolah serta masyarakat. Nilai-nilai adat Samawa diharapkan dapat menjadi bagian dari proses tersebut sehingga pendidikan karakter tidak hanya bersifat formal, tetapi juga tumbuh melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain persoalan sosial dan pendidikan, Mudzakarah LATS 2026 juga memberikan perhatian terhadap lingkungan sebagai bagian dari keberlanjutan kehidupan masyarakat. Bupati mengingatkan bahwa air, tumbuh-tumbuhan, tanaman, serta sumber pangan merupakan bagian penting yang harus dijaga keberlangsungannya.

Kepedulian terhadap lingkungan tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui program Sumbawa Hijau Lestari (SHL). Program tersebut diarahkan untuk merespons kondisi lingkungan yang mengalami degradasi serta dampak perubahan iklim terhadap kehidupan masyarakat.

Salah satu gerakan yang telah dimulai sejak 2025 adalah mendorong setiap pegawai untuk menanam sedikitnya satu pohon. Gerakan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga lingkungan.

“Kelihatannya kecil, tetapi manfaatnya akan dirasakan,” kata Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan perkembangan perhatian dunia terhadap jasa lingkungan, termasuk mekanisme pembiayaan yang berkaitan dengan karbon dan upaya menjaga kualitas lingkungan. Hal tersebut menunjukkan bahwa kesadaran terhadap lingkungan semakin menjadi bagian penting dalam pembangunan berkelanjutan.

Setelah pembukaan yang dihadiri juga oleh Wakil Bupati Sumbawa Bapak Drs. H. Mohamad Ansori dan Ketua Badan Pelaksana Harian sekaligus Pariwa Adat LATS yakni KH Dr. Zulkifli Muhadli, SH.,MBA serta Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi Mudzakarah LATS 2026. Forum diskusi menjadi ruang musyawarah untuk membahas berbagai pokok persoalan dan menggali gagasan yang berkaitan dengan nilai adat, kehidupan masyarakat, pembangunan, pendidikan karakter, perempuan dan anak, serta lingkungan.

Diskusi tersebut diarahkan untuk menghasilkan rumusan yang dapat menjadi bahan tindak lanjut bagi LATS dan pihak-pihak terkait. Dari proses pembahasan dan musyawarah tersebut kemudian dirumuskan Rekomendasi Hasil Mudzakarah LATS 2026.

Rekomendasi tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan karena memuat hasil pemikiran dan kesepakatan yang diperoleh melalui proses Mudzakarah. Hasil tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antara nilai-nilai adat Samawa dengan agenda pembangunan daerah dan kehidupan masyarakat.

Bupati Sumbawa berharap hasil Mudzakara tidak berhenti sebagai hasil diskusi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Nilai yang dibicarakan diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan, kemudian membentuk karakter, dan pada akhirnya menjadi budaya masyarakat.

“Memperkuat pendidikan, membentuk karakter generasi muda, memperkuat pemberdayaan perempuan, dan kesadaran ekologis. Tanpa alam, kehidupan manusia akan susah,” ujarnya.

Pandangan tersebut menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi dan infrastruktur. Pembangunan juga membutuhkan penguatan kualitas manusia, nilai budaya, kehidupan sosial, serta lingkungan sebagai fondasi keberlanjutan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sumbawa turut menyampaikan mengenai keterlibatan Kabupaten Sumbawa dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). Sumbawa disebut baru pertama kali mengikuti jejaring tersebut. Agenda JKPI 2027 akan berlangsung di Bandung, sedangkan Sumbawa direncanakan menjadi tuan rumah pada 2028.

Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat perhatian terhadap cagar budaya, peninggalan sejarah, serta kekayaan adat dan budaya daerah. Potensi tersebut diharapkan tidak hanya dipertahankan sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pembangunan dan penguatan identitas Sumbawa ke depan.

Rangkaian Mudzakarah LATS 2026 kemudian ditutup oleh Ketua Pajatu Adat Lembaga Adat Tana Samawa Bapak Dr. M. Ikhsan Safitri, M.Si yang penyampaian kesimpulan dan rekomendasi hasil Mudzakarah 2026, sebagai rangkuman dari berbagai pembahasan yang telah dilaksanakan selama dua hari. Kegiatan selanjutnya diakhiri dengan foto bersama seluruh unsur yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Pelaksanaan Mudzakarah LATS 2026 menjadi bagian dari komitmen Lembaga Adat Tana Samawa dalam menjaga, mengembangkan, dan mengaktualisasikan nilai-nilai adat dan budaya Samawa agar tetap relevan dengan perkembangan masyarakat.

Melalui forum musyawarah tersebut, LATS mendorong agar adat tidak hanya dipandang sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi sumber nilai dalam membangun karakter masyarakat, memperkuat kehidupan keluarga, meningkatkan perhatian terhadap perempuan dan anak, serta menumbuhkan kesadaran untuk menjaga lingkungan.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari tersebut diharapkan dapat menghasilkan tindak lanjut yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat sinergi antara Lembaga Adat Tana Samawa, pemerintah daerah, dan seluruh unsur masyarakat dalam menjaga identitas serta keberlanjutan pembangunan Sumbawa.

  • Share on :

  • Berita Lainnya
  • MUDZAKARAH LATS 2026: Menghidupkan Nilai Adat, Menuntun Masa Depan Tau dan Tana Samawa

    MUDZAKARAH LATS 2026: Menghidupkan Nilai Adat, Menuntun Masa Depan Tau dan Tana Samawa

    Anggota Pajatu Adat LATS Menerima Hibah Program Dana Indonesiaraya Tahun 2026

    Anggota Pajatu Adat LATS Menerima Hibah Program Dana Indonesiaraya Tahun 2026

    Ketua LATS Memberikan Sambutan dalam kegiatan Launching dan Pameran Aplikasi Kere Alang Sumbawa

    Ketua LATS Memberikan Sambutan dalam kegiatan Launching dan Pameran Aplikasi Kere Alang Sumbawa