BERITA

KALANIS 2026 Digelar, Kerukunan Lintas Etnis di Sumbawa Diperkuat

Minggu, 11 Oktober 2026   Admin   86  

Semangat persaudaraan dan kebersamaan lintas etnis kembali diperkuat melalui kegiatan Kongkow Asyik Lintas Etnis LATS (KALANIS) ke-5 yang diselenggarakan di Kompleks Al-Muhajirin, Kelurahan Brang Bara, Kabupaten Sumbawa, pada Minggu malam (11/10/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai wadah silaturahmi dan dialog antarwarga untuk menjaga kerukunan di tengah keberagaman budaya dan adat istiadat masyarakat Sumbawa.

Kegiatan KALANIS 2026 diikuti oleh berbagai kelompok etnis yang hidup berdampingan di Kabupaten Sumbawa. Melalui kegiatan tersebut, nilai-nilai persaudaraan, kesetaraan, dan sikap saling menghormati diharapkan dapat terus ditanamkan dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan mengusung tema “Adat Tradisi dan Budaya Lintas Etnis dalam Bingkai Takit Ko Nene Kangila Boat Lenge”, keberagaman budaya diperkenalkan sebagai kekayaan bersama yang perlu dijaga dan dilestarikan.

Penyelenggaraan KALANIS dipimpin oleh panitia yang diketuai Ustad Madroni, S.H.I. Dalam sambutannya, kegiatan tersebut dijelaskan bukan hanya sebagai pertemuan antarkelompok etnis, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan meningkatkan kepedulian terhadap kehidupan sosial masyarakat Sumbawa.

Menurut Madroni, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu unsur penting yang perlu diperkuat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Partisipasi warga dinilai dapat menjadi dasar bagi terbentuknya hubungan sosial yang lebih erat. Meskipun sejumlah dinamika dihadapi dalam proses penyelenggaraannya, upaya untuk melibatkan berbagai unsur masyarakat tetap dilakukan agar semangat kebersamaan dapat diwujudkan.

Selain itu, kontribusi masyarakat Madura di Sumbawa turut disampaikan sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat setempat. Berbagai kegiatan sosial dan keagamaan telah dilaksanakan sepanjang tahun sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Melalui kegiatan tersebut, hubungan harmonis dengan kelompok etnis lainnya diharapkan dapat terus dipertahankan.

Kecintaan masyarakat Madura terhadap Sumbawa juga ditegaskan dalam pesan yang disampaikan oleh Madroni. Sumbawa tidak hanya dipandang sebagai tempat tinggal, tetapi juga telah menjadi bagian dari kehidupan dan identitas sosial masyarakat yang menetap di daerah tersebut. Oleh karena itu, keterlibatan dalam menjaga kerukunan dan mendukung kehidupan bermasyarakat dianggap sebagai tanggung jawab bersama.

Sementara itu, Ketua Pajatu Adat Lembaga Adat Tana Samawa (LATS), Dr. M. Iksan Safitri, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan KALANIS memiliki peran penting dalam memperkuat kohesi sosial. Nilai-nilai adat yang diangkat dalam kegiatan tersebut dipandang dapat dijadikan landasan untuk membangun kehidupan masyarakat yang inklusif, adil, dan harmonis.

Prinsip “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” ditekankan sebagai pedoman dalam kehidupan bersama. Melalui prinsip tersebut, setiap warga diharapkan dapat menghormati adat istiadat, norma, serta kebiasaan masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya tanpa harus meninggalkan identitas budaya asal. Dengan demikian, perbedaan tradisi dapat diterima sebagai bagian dari kekayaan sosial masyarakat Sumbawa.

Kesetaraan seluruh warga juga ditegaskan oleh Iksan sebagai nilai yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak boleh ada warga yang diperlakukan lebih rendah hanya karena perbedaan etnis, budaya, atau latar belakang. Setiap orang harus diberikan penghormatan dan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial serta pembangunan daerah.

Dalam upaya menjaga kerukunan, komunikasi lintas etnis dinilai perlu terus dipelihara. Pertemuan seperti KALANIS diharapkan dapat dijadikan ruang dialog untuk mengurangi kesalahpahaman yang berpotensi menimbulkan konflik sosial. Hubungan baik antarwarga tidak cukup hanya ditampilkan dalam kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui interaksi sehari-hari di lingkungan keluarga, tempat kerja, dan masyarakat.

Berbagai identitas etnis, seperti Madura, Bugis, Jawa, Sasak, Samawa, Batak, Minang, Sunda, Makasar, Bali, Mbojo, Flobamora (Flores Sumba Ambon Timor Papua), Arab dan Tionghoa disebut sebagai bagian dari kekayaan budaya yang membentuk kehidupan masyarakat Kabupaten Sumbawa. Identitas tersebut tetap dapat dipertahankan tanpa mengurangi komitmen untuk membangun persatuan sebagai masyarakat Sumbawa dan warga Indonesia. Melalui sikap saling menghormati, keberagaman diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai modal sosial untuk mendukung pembangunan daerah.

Apresiasi turut disampaikan kepada panitia dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan KALANIS ke-5. Dukungan tersebut dipandang penting agar kegiatan silaturahmi dan dialog lintas etnis dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, penguatan persaudaraan di tengah keberagaman diharapkan dapat dilakukan secara nyata. Nilai adat dijadikan pijakan, komunikasi digunakan sebagai jembatan, dan kesetaraan ditempatkan sebagai prinsip utama dalam kehidupan bersama. Dengan demikian, kerukunan masyarakat Sumbawa diharapkan dapat terus terpelihara melalui kerja sama dan tanggung jawab seluruh unsur masyarakat.

 

  • Share on :

  • Berita Lainnya
  • LATS Gelar Mudzakarah 2026, Perkuat Nilai Adat Samawa dalam Kehidupan dan Pembangunan

    LATS Gelar Mudzakarah 2026, Perkuat Nilai Adat Samawa dalam Kehidupan dan Pembangunan

    MUDZAKARAH LATS 2026: Menghidupkan Nilai Adat, Menuntun Masa Depan Tau dan Tana Samawa

    MUDZAKARAH LATS 2026: Menghidupkan Nilai Adat, Menuntun Masa Depan Tau dan Tana Samawa

    Anggota Pajatu Adat LATS Menerima Hibah Program Dana Indonesiaraya Tahun 2026

    Anggota Pajatu Adat LATS Menerima Hibah Program Dana Indonesiaraya Tahun 2026